Setalah WNI, Kelompok Abu Sayyaf Kembali Sandera 4 Warga Malaysia
JawaPos.com JAKARTA – Pemerintah
Indonesia terus menjalin komunikasi dengan pihak Filipina terkait
pembebasan sepuluh warga negara Indonesia (WNI) korban pembajakan
kelompok Abu Sayyaf.
Lawatan Menlu RI Retno Marsudi yang bertemu dengan Menlu Filipina Jose Rene Almendras mendapatkan respons positif.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri
(Kemenlu) Arrmanatha Nasir menyatakan, kunjungan Retno ke Manila pada 1
April lalu berjalan lancar.
”Seperti yang diketahui, Ibu Menteri
(Retno Marsudi) ke Manila dengan tujuan utama berkoordinasi tentang
penyanderaan sepuluh WNI,” ujarnya ketika dihubungi Jawa Pos, Sabtu
(2/4).
Pria yang akrab dipanggil Tata
tersebut mengaku belum bisa mengemukakan hasil pertemuan itu. Dia
menegaskan, saat ini pemerintah terus mengupayakan segala cara agar
kasus tersebut bisa diselesaikan secepatnya.
Ia menekankan prioritas bahwa keselamatan sandera WNI masih nomor satu. ”Nanti ya (akan diberi tahu, Red),” ucapnya.
Seperti yang diketahui, pemerintah terus
menegaskan bahwa penyelamatan itu memang tak bisa dilakukan
sembarangan. Sebab, jaringan Abu Sayyaf sudah tersebar di beberapa
wilayah Asia Tenggara.
Jika rencana penyelamatan bocor ke publik, sudah dipastikan pihak penyandera akan merespons dan membahayakan.
Tata menambahkan, kasus perompakan
juga belum mereda. Kemarin pun diketahui terdapat satu lagi kapal
berjenis tugboat yang dibajak perompak.
Bedanya, kapal tersebut berbendera
Malaysia. Dalam kapal itu terdapat sembilan anak buah kapal (ABK).
Terdiri atas 4 warga Malaysia, 2 warga Myanmar, dan 3 WNI.
”Dari informasi yang kami terima,
aksi itu terjadi di perairan Ligitan pada 1 April pukul 18.15 waktu
setempat. Untung, tiga WNI dan dua warga Myanmar telah dibebaskan.
Tinggal empat warga Malaysia yang masih diculik. Untuk WNI, konsul RI di
Tawau sudah berkoordinasi untuk memberikan bantuan kepada WNI yang
sedang dimintai keterangan,” ungkapnya. (bil/c9/sof)
Sumber : http://www.jawapos.com/

0 komentar:
Posting Komentar