Ilustrasi
JawaPos.com - Menteri
Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mendorong warga desa
untuk menolak investor besar jika ingin mengembangkan destinasi wisata.
Menurutnya, destinasi wisata di
daerah pedesaan atau pengembangan desa wisata harus dimotori oleh warga
desa itu sendiri yang nota bene pelaku usaha kecil menengah (UKM).
”Pembangunan destinasi di kampung
wisata jangan dibuka untuk investor besar. Kalau mengundang investasi
besar tugasnya otorita. Program pemerintah di 2016 ini, fokus pada
deregulasi untuk memperlancar arus perizinan dan insfrstruktur untuk
memperlancar arus lalu lintas investasi sehingga lalu lintas ekonomi
bisa jalan,” jelas Puspayoga yang dilansir Indopos (Jawa Pos Group), Senin (4/4).
Ajakan Puspayoga itu disampaikannya
pada saat penyerahan sertifikat IUMK, hak cipta, KUR kepada
masing-masing tiga pelaku UKM dari bank BRI, Mandiri, dan BNI, serta
pemberian nomor induk koperasi (NIK) pada 4 koperasi di Kabupaten
Samosir, Sumatera Utara, Sabtu (2/4).
Dia mencontohkan bentuk peran UKM
dalam mengembangkan kampung wisata itu dengan membangun homestay.
Homestay ini dapat dimanfaatkan sebagai tempat penginapan bagi wisatawan
yang berkunjung ke desa wisata. Bagi Puspayoga, homestay itu tidak
perlu mewah tapi bersih dan nyaman ditempati.
Untuk mendukung pembangunan homestay
ini warga bisa mendapatkan bantuan biaya melalui kredit usaha rakyat
(KUR) dari bank-bank penyalur KUR yang ditunjuk. Termasuk juga melalui
dana bergulir yang dikeluarkan lembaga penyalur dana bergulir (LPDB)
bentukan Kemenkop dan UKM. Di mana bunga-bunga kredit itu semua murah
atau kecil.
Lebih jauh Menkop UKM mengatakan,
jika ekonomi masyarkat pedesaan meningkat, maka akan membuka lebar
lapangan pekerjaan dan tentu dapat menekan angka pengangguran. (ers/iil/JPG)
Sumber : http://www.jawapos.com/

0 komentar:
Posting Komentar