Rio Haryanto disela-sela aktivitasnya di Sirkuit Bahrain, Minggu (3/4).
JawaPos.com - Ketangguhan bintang Mercedes Nico
Rosberg belum tertandingi. Hingga seri kedua Formula 1 di Sirkuit
Sakhir, Bahrain, tadi malam, pembalap Jerman itu sudah mengantongi dua
kemenangan
Start dari posisi kedua (pole position-nya milik Lewis Hamilton),
dia menyodok ke depan sejak tikungan pertama, dan bertahan di depan
hingga akhir. Dia mengakhiri balapan dengan catatan waktu 1 jam 33 menit
34,696 detik.
''Ini adalah akhir pekan luar biasa,'' ucap Rosberg di atas
podium. ''Kuncinya adalah pada start yang sempurna. Aku berhasil
melepaskan diri di tikungan pertama dan sejak dari sana aku berusaha
mengontrol kecepatanku,'' lanjut dia.
Balapan baru akan dimulai ketika mesin Ferrari tunggangan
Sebastian Vettel tiba-tiba berasap parah dan mogok. Juara dunia empat
kali beruntun tersebut tak bisa melanjutkan balapan dan kembali ke
garasi.
Begitu start, Rosberg yang memulai balapan dari posisi kedua tak
mengulangi kesalahan pada seri pertama di Melbourne. Seperti dia bilang,
startnya sempurna. Dia mendahului rekan setimnya, Hamilton.
Pembalap Williams-Mercedes Valtteri Bottas yang mencoba memotong
jalur dalam Hamilton di tikungan pertama justru menabrak lambung W07
tunggangan juara dunia tahun lalu tersebut. Hamilton nyaris keluar trek.
Akibat kesalahan tersebut, Bottas kemudian terkena penalti drive
trough.
Ferrari, setelah ditinggal Vettel, menyisakan Kimi Raikkonen di
barisan depan. Gagal mengulang start keren seperti di Melbourne, di
Bahrain kemarin Kimi punya alasan. ''Aku rasa jariku sedikit
terpeleset,'' katanya
Dominasi Rosberg tampak jelas ketika melihat jaraknya dengan Raikkonen yang terbentang hingga 10,2 detik.
Sementara itu, Rio Haryanto untuk kali pertama sukses mengakhiri
balapan tanpa masalah. Targetnya menyaksikan bendera finis di Bahrain
terpenuhi.
Rio sempat menapaki papan tengah di awal-awal lomba. Saat
pembalap lain menggunakan ban supersoft mulai melakukan pit stop untuk
mengganti ban, Rio yang sejak awal menggunakan ban soft mampu menghemat
ban hingga lap 13. Dia sempat menapaki posisi 9.
Rio kemudian mengganti ban soft lagi hingga lap 33, lalu berganti
ban medium. Menyisakan 9 lap, dia sekali lagi mengganti ban dengan
kompon supersoft.
Rio berharap dengan ban paling cepat itu bisa menyusul pembalap
di depannya. Sayang, jaraknya dengan Sergio Perez (Force India-Mercedes)
terbentang lebih dari 10 detik. Dia mengakhiri balapan pada posisi 17.
''Strategiku berbeda dengan rekan setimku (Wehrlein),'' jelas Rio
setelah lomba. ''Tapi bagiku, finis itu tidak hanya menambah jam
terbang, tapi race distance. Dan itu sangat penting,'' tegas pembalap
Indonesia pertama di Formula 1 itu. (cak/na/JPG)
Sumber : http://www.jawapos.com

0 komentar:
Posting Komentar